Nayla,Nayla, dan Nayla. Hanya itu yang ada dipikiran Arif saat ini. Gadis idamannya yaitu Nayla benar – benar membuat Arif mabuk cinta. Nayla yang memiliki postur tubuh tinggi dan cantik seperti model itu memang mengejutkan siswa-siswi SMA N 5. Tidak kaget apabila kehadiran Nayla membuat para pria terkesima tak terkecuali Arif, orang yang selama ini terkenal pendiam, pintar, dan tidak bernyali jika ada anak laki-laki lain ingin melawannya karena iri dengan kepintarannya.
Sejak kehadiran Nayla, Arif mulai merubah hidupnya yang kelam akan cinta. Dia selalu berusaha mendekati Nayla meskipun hasilnya sama, yaitu sia-sia. Menurutnya, saingan untuk mendapatkan Nayla memang banyak dan berat. Apalagi dengan tidak adanya pengalaman dari diri Arif untuk mendekati wanita. Meski pun begitu Arif tidak pernah menyerah, timbul rencana dari pikirannya untuk memberi Nayla sepucuk surat agar Arif tidak perlu bersusah payah menemui Nayla dan mengungkapkan perasaan cintanya kepada Nayla. Lagi pula Arif yakin jika ia mengungkapkan perasaannya itu langsung dihadapan Nayla, ia akan gugup dan bicaranya terbata-bata sehingga Nayla tidak dapat menangkap apa yang tengah ia bicarakan.
Kurangnya pengalaman mendekati wanita dari diri Arif membuatnya kuwalahan menulis sepucuk surat cinta untuk Nayla. Sampah kertas berhamburan dimeja kelasnya karena berulang kali ia merasa tidak cocok dengan kalimat yang ia ucapkan didalam surat itu. Bel pulang telah berbunyi, seluruh siswa berhambburan keluar kelas kecuali Arif yang masih sibuk menata kalimat untuk suratnya kepada Nayla. Tiba-tiba ia teringat oleh Nayla yang pasti sudah buru-buru pulang, akhirnya ia menulis kata-kata cinta yang begitu singkat.
Arif bergegas bersembunyi dibalik tembok melihat reaksi Nayla terhadap surat yang ia tulis. Beberapa menit kemudian Nayla membuka lokernya dan membaca surat Arif dengan dahi yang sedikit mengkerut lalu membuangnya ke lantai. Arif kaget, dia benar-benar tidak menyangka akan mendapat reaksi buruk dari Nayla. Setelah Nayla pergi, Arif mengambil suratnya itu dan membaca ulang. Ternyata ia lupa memberikan pengirim, itulah sebabnya Nayla tidak peduli dengan surat cinta Arif itu. Dia menjatuhkan dirinya ke lantai sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal dengan wajah penyesalan.
Sejak kejadian itu, Arif telah menyerah karena dia tidak mau menanggung risiko yang lebih berat kalau-kalau dia keliru lagi dengan apa yang ia lakukan untuk mendapatkan perhatian Nayla. Walaupun rasa cinta dihati Arif kepada Nayla masih menggebu, ia lebih memilih memendam perasaan itu untuk dirinya sendiri dan hanya mengagumi Nayla dari kejauhan. Apapun yang terjadi, apapun yang Nayla lakukan kepadanya, dan apapun anggapan Nayla tentang dirinya, Arif tetap menganggap Nayla sebagai seseorang yang terindah dalam hidupnya.
TAMAT